Cari Blog Ini

Kabar Terbaru

Breaking News

Acara silaturahmi Halal bi Halal dan pemantapan organisasi di Kantor pusat DPP AWDI 10 April 2026





Jakarta, athayabuananews.com
DARI PERJALANAN HASIL KONGRES AWDI SAMPAI UPAYA PEMBINAAN KEGIATAN & PEMANTAPAN ORGANISASI. 

Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI). Dari perjalanannya hasil Kongres hingga saat ini telah memberikan warna dan ragam kegiatan yang baik edukatif serta bermanfaat untuk masyarakat. Terutama kegiatan yang dilakukan Dewan Pimpinan Cabang AWDI di Kabupaten kota di daerah-daerah yang telah di bentuk dan dikukuhkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia. Dari kegiatan diklat UKW saresehan sampai pada kegiatan sosial dimasyarakat, baik yang dilakukan internal organisasi maupun kegiatan yang bermitra dengan pemda setempat. Tentu hal ini mendapat respon dan dukungan dari berbagai pihak. 

Sementara disisi lain dari upaya pembinaan serta sistem informasi acuan kerja yang dibuat Dewan Pimpinan Pusat AWDI banyak menarik minat serta simpatisan yang bergabung ke organisasi ini. Terbukti secara defakto dan dejure Asosiasi Wartawan Demorasi Indonesia berdiri dan berkembang di 14 Provinsi serta 38 DPC Kabupaten dan Kota, hampir 1.000 lebih anggota dengan KTA resmi yang kami peroleh datanya dari Ketua Bidang Penerbitan melalui data base yang diterima oleh sekretaris DPP AWDI. Ini kemudian menjadi tolak ukur Ketua Umum dan jajaranya melakukan upaya pembinaan untuk kemajuan organisasi. 

Dalam memberikan kontribusi pemberitaan skala Internasional DPP telah berpartisipasi dalam membuat berita kemanusiaan di Gaza, sebagai bentuk solidaritas yang tinggi terhadap saudara saudari kita para jurnalis, wartawan yang tewas di daerah konflik. Tidak sampai disitu saja bahkan laporan aduan TKI pekerja di Suriah, tepatnya di Damaskus yang  gajinya sempat tidak dibayar dan tertahan oleh pihak majikan mendapat bantuan dan pertolongan dari AWDI yang berkoordinasi dengan pihak KJRI dan Kementerian Tenaga Keerja RI sehingga TKI tersebut dapat kembali ke tanah air dan menerima haknya. 
Inilah AWDI yang senantiasa berjuang untuk kepentingan masyarakat. 

Sementara di dalam negeri sendiri DPP seringkali mendapat laporan serta aduan masyarakat baik yang memohon bantuan perlindungan hukum maupun pendampingan atas permasalahan Perdata maupun Pidana terutama yang masuk ke kantor atau kesekretariatan adalah persoalan kriminal seperti pemalsuan, mal-administrasi serta permasalahan tanah. Semua permasalahan tersebut diterima oleh DPP AWDI dan dijalankan tindak lanjutnya sesuai mekanisme. Kalau persoalanya berkaitan pada hukum maka pihak Lembaga Hukum yang bertindak, namun bila permasalahan dapat di tempuh dengan mediasi maka DPP akan lakukan pendampingan / advokasi non litigasi dengan cara kordinasi, konfirmasi kepada istansi terkait, mediasi, serta jalur pemberitaan yang baik dan profesional dan senantiasa bekerjasama dengan media partner yang ada. Maka apabila ada permasalahan yang di anggap cukup berat/serius DPP juga mengambil langkah korespondensi bersurat, baik Kepada Presiden melalui Kemensesneg maupun Intansi Kementerian serta lembaga lainya terhadap permasalahan yang masuk ke organisasi AWDI. Sejauh ini, setiap korespondensi, surat menyurat yang dibuat oleh Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) versi Kongres ini selalu mendapat jawaban serta dukungan yang baik dari Presiden maupun dari kementrian dan lembaga terkait. Inilah bentuk-bentuk tanggung jawab perjuangan Organisasi. 

Dari persoalan perjuangan para Insan Jurnalis Wartawan/i dirasakan masih banyak laporan tentang tindakan kekerasan, intimidasi serta kriminalisasi terhadap wartawan yang bertugas dilapangan. Berdasarkan laporan serta pemberitaan yang diterima DPP AWDI terdapat berbagai tindakan kekerasan dan kriminalisasi di berbagai daerah dan Ibukota yang dialami wartawan. 

Dalam hal ini DPP Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) mengambil sikap tegas membela anggota dan pengurusnya yang teraniaya dalam melaksanakan tugas jurnalisnya dilapangan, bukan hanya anggota nya bahkan bila ada wartawan teraniaya dari media manapun AWDI tetap turun tangan berpartisipasi membantu dan membelanya. 

Berkaitan dengan pesatnya dunia digitalisasi kini banyak media yang gulung tikar alias bangkrut dan media banyak mem PHK pekerjanya termasuk banyak wartawan yang pensiun dini atau banting stir menjadi wiraswasta atau bekerja pada pekerjaan lain termasuk nyambi ojek online, dan ini kenyataan yang tak bisa dipungkiri. Semua pemberitaan menjadi media online, sosial media merebak dimana-mana ditambah dengan munculnya AI lengkaplah sudah untuk menggusur kerja manusia. 
Dengan Google, Meta, IG, Twitter, FB, dan layanan jejaring sosial lainya yang sudah mutlak mengambil keuntungan di dunia digital ini memaksa mau tidak mau harus diterima manusia. Tua, dewasa, remaja, anak-anak memiliki gadget di genggaman masing-masing. 
Kita berdampingan dengan robot, kejahatan penipuan canggih dari program cuci otak provokasi lewat suara tampilan gambar dan Ilusi ada pada AI. 
Hingga kita kadang terkecoh oleh konten kreatif murahan yang menjebak kita ke arah politik pecah belah hingga penghapusan sejarah bangsa serta tradisi kita sendiri. Kita yang waras dari orang-orang terpilih di organisasi Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia AWDI diharapkan mampu menjadi filter atas pengaruh  pemberitaan serta gambar-gambar hoak yang belum teruji kebenarannya. Makanya di dunia digital ini banyak manusia sedeng setengah gila bahkan gila, untuk menjual konten keren tapi untuk merusak generasi demi cuan. 
Hal ini tentu kita rasakan semua lewat jejaring sosial media. 

Untuk itu diruangan dan diacara yang kita selenggarakan ini mari sama-sama beribadah untuk tidak menayangkan konten ataupun berita gambar yang belum tentu kita tahu sumbernya serta teruji kebenarannya. 

Dunia digital bisa berbalik yang cerdas kadang bisa bodoh, yang bodoh bisa jadi cerdas. Dunia digital memang enak praktis untungnya juga ada ruginya juga banyak untuk itu bijaksanalah mengunakan jejaring sosial.

(Redaksi)

Type and hit Enter to search

Close